Sejarah aksi warga China

Bila melihat sejarah kerusuhan2 anti Cina di Indonesia ,seharusnya warga Cina jangan membela Ahok!, karena yg akan jadi korban nantinya adalah warga Cina yg tidak bersalah. Hampir semua kerusuhan anti Cina diawali oleh perilaku oknum petinggi pribadi Cina . Sekarang mari kita lihat sejarah pembantain warga Cina di Batavia tahun 1740 oleh Belanda.

Ceritanya begini : penduduk Cina yg didatangkan Belanda ke Batavia tahun 1619,untuk menghidupkan perekonomian Batavia, dengan cepat kemudian menjadikannya sebagai warga negara kelas dua dan warga kesayangan Belanda. Diskriminasi Cina – pribumi sangat menonjol ketika itu, menimbulkan iri hati pribumi. Seluruh pebisnis Batavia dikuasai etnik Cina,sedangkan pribumi menjadi orang2 pinggiran inlander.

Ketika itu di tahun2 itu bisnis gula dari Batavia ke eropa hancur, karena harga gula di Eropa turun drastis, akibat membanjirnya gula dari Brazil..VOC pun bangkrut!. Terjadi krisis ekonomi luar biasa di Batavia,tapi ternyata pedagang2 Cina yg selama ini dimanja dan dibina oleh Belanda diam2 mengirim gula ke Eropa melalui Tiongkok, Belandapun kemudian sakit hati.

Cina yg kemudian melihat kelemahan VOC ( Belanda) dan merasa dirinya telah kuat melakukan pemberontakan. Tapi Belanda yg sudah terlanjur sakit hati,bukannya memadamkan pembemberontakan tsb ,tapi malah dengan mengerahkan pribumi membantai warga Cina tidak bersalah . Pembantaian terjadi di dalam benteng yg berpenghuni 30 ribu penduduk dengan separuh penghuninya adalah etnik Cina.

Pembantain dilakukan selama 9 hari di musim hujan bulan oktober. Rumah2 cina di canon, penghuninya yg selamat keluar dibantai dengan keji. Mereka di kejar di gang2 seperti mengejar tikus, dipinggir kanal telah menunggu sniper2 untuk mencegat warga Cina yg melarikan diri lewat sungai.

Tua muda, wanita hamil ,tidak terkecuali anak2 dibantai habis. Penghuni rumah sakit dan penjara dikeluarkan kemudian dihabisi. Jumlah itu dizaman sekarang mungkin sedikit, tapi dizaman penduduk yg ketika itu masih sedikit tentu menjadi berita dunia. Peristiwa yg saya tulis ini silahkan di konfirmasi kepada sejarawan.

Ketika membaca tulisan saya ini cobalah berpikir positip saja ,saya hanya ingin mengingatkan kepada kita semua. Bahwa kerusuhan anti China adalah bagian sejarah kelam bangsa indonesia,karena itu setiap komponen bangsa tidak terkecuali harus menyadarinya, agar peristiwa serupa jangan sampai terulang lagi.

Bila melihat sejarah kontemporer kerusuhan anti China,umumnya kejadian tersebut diawali oleh hal2 sepele saja, misal kerusuhan anti China yg terjadi di karawang menjelang reformasi, di picu oleh pawai beduk yg dianggap mengganggu salah seorang warga china yg dilewati pawai tersebut, “marah ,ga suka”dan kemudian terjadilah kerusuhan. Kerusuhan solo hanya kesalah pahaman tukang beca dengan oknum china(?), di bandung soal pembantu rumah tangga (?).

Pertanyaannya kemudian, “apakah kasus ahok yg menista Islam dan telah mengundang 7.5 juta orang dari seluruh Indonesia datang ke jakarta dalam aksi 212, sebagai hal yang sepele?”. Hal sepele saja ternyata bisa menyebabkan terjadinya kerusuhan anti china di satu kota.

Bagaimana dengan oknum ahok yg telah melukai mayoritas bangsa ini, mungkin kerusuhan anti chinanya bukan hanya dijakarta ,tapi bisa seluruh Indonesia. Bila tejadinya serempak di seluruh indonesia ,maka yg demikian itu bukan disebut kerusuhan lagi namanya, tapi “REVOLUSI!”. ~sepeda man~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *