Reformasi dari sudut pandang lain (sesi 2)

Reformasi adalah pertarungan kelompok kiri dan salib fundamentalis melawan rezim Soeharto.Bagaimana analisanya? Bagi kelompok kiri jelas masalahnya yaitu dendam sejarah 65,sedang kelompok salib fundamentalis karena posisi mereka di ring satu kekuasaan telah di geser oleh ICMI sebagai kelompok refresentasi Islam politik, yg memang sebelumnya selalu mereka waspadai kemunculannya.

Soliditas gerakan mereka dibuktikan dilapangan dengan agresifitas PRD yg kader2nya banyak dari kalangan salibis. Mereka diculik,dibunuh adalah bagian dari perjuangan bawah tanah mereka. Itulah sejarah!..akhirnya Soeharto mengundurkan diri. Dengan tidak mengurangi rasa hormat pada kelompok Islam politik ketika itu..mereka ternyata terbawa arus rasionalisasi atas kebencian terhadap rezim tanpa melihat realita politik islam (ICMI) yg ketika itu sedang merayap menuju kekuasaan.

Meskipun akhirnya kelompok politik islam tetap diuntungkan dengan adanya reformasi ,karena dengan pemilu dapat ambil bagian dalam politik. Sementara sebaliknya kelompok kiri merasa kecewa karena harapan agar nama PKI direhabilitasi telah menemui jalan buntu. Sementara kelompok salibis politik merasa kecewa karena dizaman Gus Dur dan SBY aspirasi politik mereka tidak terakomodir, disamping juga kecewa karena didaerah muncul semangat syariah yg menurut mereka telah tidak terkendali. Kini setelah hampir 20 tahun reformasi kelompok kiri dan salibis telah dapat membalikkan situasi kembali dan merayap akan menguasai segalanya.

Kongres umat Islam Indonesia 1998 dilaksanakan tanggal 3- 7 nopember 1998 di Jakarta, sementara sidang istimewa MPR RI dilaksanakan tanggal 10-13 nopember 1998. Sulit mengatakan bahwa kongres umat Islam yg diselenggarakan MUI itu tidak ada kaitannya dengan sidang istimewa.Saya sendiri menjadi panitia di perhelatan yg dihadiri 1500 peserta itu,meski dibagian yg tidak penting.

Sebagai fungsionaris FURKON tentu saya ambil bagian dalam sharing pemikiran di kongres yg mengambil thema ” umat islam menyongsong era baru” itu, khususnya terhadap situasi politik yg semakin memanas ketika itu. Mengapa saya angkat cerita ini?Tidak lain saya ingin menggambarkan bahwa ketika itu memang ada persoalan serius antara umat islam yg ingin mengamankan proses politik islam yg telah dicapai melalui ICMI ( Bj Habibie) dengan kelompok yg ingin mengkudetanya melalui apa yg menamakan dirinya Dewan revolusi (Ali Sadikin cs).

Dengan demikian Sidang istimewa adalah pertaruhan. Saya sendiri ketika membuat pernyataan2 di media baik nasional maupun internasional selalu mengatakan bahwa ” sidang istimewa adalah satu2nya jembatan konstitusi, bila dia ambruk maka ambruklah Indonesia. Karena itu siapapun yg berani mengganggu maka akan berhadapan dengan kami,kami akan mempertahankan sampai tetes darah penghabisan”.. “siapa mau jual kami beli!!”,jadi istilah siapa jual gua beli itu dari saya awalnya bang ..kan ane orang Betawi..he..he..he.

Reformasi 1998 bagi saya adalah bukan saja kekalahan politik islam tetapi juga adalah pudarnya peradaban islam.Apa saja yg telah di capai Bj Habibie di bumi hanguskan oleh Megawati bahkan indosatpun dijualnya. Pertarungan di arena reformasi adalah pertarungan antara muslim dan non muslim,puncaknya adalah apa yg terjadi hari ini.

Bukan saja tentang Ahok yg songong itu, tetapi tentang megawati yg atheis,”tidak percaya adanya akherat”. Dan yg lebih parah lagi adalah munculnya gelombang golongan munafikun, “ada partai islam mendukung calon gubernur yg bukan saja seorang kafir tapi menista islam”. Reformasi telah menemui ja─║an buntu. Aksi damai 212 dengan 7.5 juta peserta, adalah bukti adanya gejala kebuntuan tersebut.

Penguasa bisa saja menutup mata dengan fenomena 212 ,bahkan mungkin sudah mulai untuk menghambat arus melalui operasi inteljen seperti yg pernah dilakukan penguasa orde baru sebelumnya ,yaitu dengan merekayasa semodel imron(1983). Atau mulai mencipatakan adu domba. Namun 212 adalah bara api, bisa saja api dipadamkan ?.tapi siapa yg bisa memadamkan sepirit didalam dada!. ~sepeda man~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *