Reformasi dari sudut pandang lain (sesi 1)

waktu itu adalah sekitar tahun 1995, saya ketika itu sedang berada di Australia menemani istri ambil S2 di Adelaide university selama dua tahun. Pada suatu waktu saya mendengar wawancara yg disiarkan radio SBS Melbourne,yg diwawancarai adalah Lim Swie Liong tokoh muda keturunan PKI yg bermarkas di London. Lim ketika itu dicekal masuk Indonesia oleh penguasa orde baru.

Menarik apa yg dikatakan Lim itu, begini katanya.. “bila koalisi kesamaan kehendak (coallition of the willing), maksudnya Australia, Belanda, Amerika, Inggris dan portugal ingin sukses membebaskan timor timur, rekomendasinya adalah jatuhkan dulu Soeharto”. Di Australia ketika itu saya sering mengikuti diskusi mengenai Indonesia karena ada Prof. DR collins dari Flinders university akhli Indonesia yg pendapat2nya banyak didengar oleh para aktifis LSM dan akademisi disana.

Saya aktip mengikuti diskusi tentang Indonesia, karena ketika itu saya sebagai sekretaris ICMI orsat adelaide Australia selatan. Bersama tinggal di kota Adelaide ketika itu antara lain Aan ( mantan ketua kohati bandung), Pratikno ( sekarang sekneg), M Mukti ( sekarang pengurus DPP Muhamadiayah), Kacung Marijan..dll. Sepulang dari Australia menjelang kerusuhan 27 juli di kantor PDI ,maka atas ajakan teman saya aktip di Istiqlal (MUI).

Singkat cerita ketika MUI yg di dukung ormas Islam termasuk NU dan Muhamadiyah membentuk FURKON( Forum umat untuk konstitusi) saya duduk sebagai salah seorang ketua..bersama antara lain Muhtar ngabalin,Faisal Biki ( adik Amir biki korban petistiwa tanjung priok). Ketumnya adalah Najri Adlani sekjen MUI. Setelah petistiwa 27 juli 1997 jakarta ternyata semakin panas dan akhirnya menghantarkan saya menjadi aktifis pamswakarsa 1998. Mengapa saya ada di pam swakarsa?

Sebagai sekretaris ICMI orsat Adelaide -Australia selatan ( 1994- 1996), ketika itu saya kerap menerima tokoh2 Islam yg datang ke Adelaide, mengatur pertemuan dengan anggota ICMI yg kebanyakannya adalah studen untuk diskusi ,dan terkadang menemani kemana mereka akan pergi. Pada suatu waktu datanglah rombongan tokoh2 Islam antara lain bapak Ahmad Tirto sudiro(alm/mantan rektor Unisba), Adi Sasono ( mantan menteri/alm) dan Syarifuddin Harahap ( pengusaha, mantan angota DPR dari P3).

Kedatangan mereka ke Adelaide adalah dalam rangka urusan bisnis,hendak mengawinkan kambing jawa dengan kambing Australia yg akan di ternak di padang sidempuan-:sumatra utara. Seperti biasanya sayapun menemani mereka..ngobrol tentang situasi politik indonesia dan juga mengantarkan kemanapun mereka akan pergi. Waktupun berlalu mungkin selang tiga bulan. Ketika itu saya baru pulang kerja ,istri saya menginfokan bahwa pak Syarifuddin Harahap menelepon saya dan minta ditelepon balik. Sayapun menelpon pak syarifuddin Harahap. Ternyata beliau meminta saya untuk menduduki jabatan refresentatif university of Australia di Jakarta.

Menggantikan Usep Fhatudin yg akan menduduki posisi staff akhli menteri Agama ( menteri Tarmiji Tahir). Singkat cerita sayapun di fit and proper test di kampus University south of Australia dan dinyatakan lulus.maka sayapun kembali ke jakarta tiga bulan lebih awal sebelum masa study istri saya selesai. Nah setelah dijakarta itulah saya intensip bertemu dengan Usep Fathudin di departemen Agama (lapangan Banteng)untuk konsultasi pekerjaan. Sayapun cepat akrab dengannya karena satu misi dan pemikiran,Usep adalah mantan aktifis PII dan juga HMI.

Saya di perkenalkannya dengan tokoh2 islam di Istiqlal antara lain Adang Safaat,ketua dewan masjid Indonesia..dll. Sementara suasana demo2 mahasiswa semakin gencar..sayapun terbawa arus.Saya mulai membantu kegiatan di Diistiqlal sampai akhirnya dalam proses tersebut saya menjadi salah satu ketua di FURKON MUI seperti yg saya telah ceritakan diatas.Ketika kami bertemu BJ Habibie dirumahnya dan beliau bercerita tentang perilaku LB murdani.. maka menambah keyakinan saya bahwa langkah saya tidak keliru .

Pak Harto adalah orang yg pragmatis ” tidak peduli kucing itu berwarna apa yg penting bisa menangkap tikus!”. Tapi yg terakhir pak Harto rupanya blunder karena memelihara kucing ICMI. Karena ternyata begitu banyak pihak yg ingin menerkam ICMI, dan pada akhirnya menerkam tuannya sendiri “Soeharto”.

Cerita ini saya dengar sendiri ketika kami ( Adang safaat, Mahyudin, Usep Fhatudin, saya dan satu lagi saya lupa namanya) bersilaturahmi kepada Prediden BJHabibie menjelang sidang istimewa MPR 1998 dirumahnya. BJ Habibie bercerita betapa hormatnya LB Murdani ketika dirinya menjadi menristek,wapres. Tapi menjadi begitu bencinya ketika BJ Habibie memutuskan memimpin ICMI. “Soeharto lengser ketika dia memutuskan ingin membina umat Islam!”.Soeharto lengser ketika baru saja menabuh beduk bersama Tuti Allawiah (ketua Badan Kontsk Majelis Taklim ) di Monas.

Reformasi yg terjadi sepenuhnya palsu karena sesungguhnya yg terjadi adalah kudeta dari konspirasi negara2 barat yg ingin membebaskan Timur Timur dengan kekuatan dalam negeri dari kelompok kiri dan salib fundamentalis, Sedangkan tokoh seperti Amin Rais dll adalah tidak lebih sebagai orang yg terbawa arus saja. Bila tidak percaya lihat saja di youtube!, satu bulan sebelum reformasi Amin Rais masih duduk dilantai mendengarkan pengarahan prabowo Soebiyanto di Asrama Kopasus, cijantung.

Dan fakta lain ialah ketika PAN yg didirikannya ikut pemilu tahun 1999 ternyata hanya mendapat suara 5 %.Mana mungkin seorang yg menyandang sebagai tokoh reformasi hanya mendapat suara 5 %. Tidak sebanding dengan misalnys Leach Walesa di Polandia atau Qori Aquino di Pilipina.

Nampaknya kang Tito udah ga sabar mendengar cerita saya menjadi Pam swakarsa nih!.Baiklah kalo begitu kang ,saya selesaikan dulu cerita pam swakarsanya .. Nt cerita2 menunjangnya saya tulis di kesempatan lainnya. Kami FURKON MUI kurang lebih fungsinya adalah untuk mengamankan kebijakan MUI agar sidang istimewa MPR dapat berjalan sesuai konstitusi.

FURKON masih melakukan konsolidasi organisasi ketika Pam swakarsa terbentuk. Tentu saja Pam Swakarsa adalah kreasi tentara dimana kreatornya adalah jendral Wiranto yg ketika itu menjadi menhankam/pangab. Dan pemain lapangannya adalah Kivlan Zen ( mayjen ) dan kolonel Adityawarman . Saya sendiri sampai terbentuknya pam Swakarsa tidak kenal dengan Kivlan Zen dan Adityawarman. Saya hanya menyaksikan kesibukan panswakarsa yg luar biasa di lantai bawah masjid istiqlal ketika itu.Namun ketika itu saya di istiqlal telah populer karena pemikiran2 dan gerakan yg saya lakukan .

Dan panglima pam swakarsa yg baru dibentuk tersebut juga akrab dengan saya karena sebelumnya mereka adalah anggota anggota furkon juga,dan mereka selalu menginfokan segala yg terjadi dilapangan. Pam swakarsa adalah pertarungan tentara untuk mengamankan sidang istemewa MPR dari usaha penggagalan oleh dewan revolusi yg ketika di motori oleh Barnas (barisan nasional) menggunakan mahasiswa. Pertarungan berlangsung selama tiga hari dan pam swakarsa berhasil menyelamatkan sidang istimewa sampai akhir.

Saya bangga ikut ambil bagian dalam pengamanan tersebut ketika pamswakarsa hampir tercerai berai. Ceritanya begini!Ketika apel pertama di senayan ternyata panglima pam swakarsa Daud Poliraja dan ormas2 lainnya tidak saya sebutkan namanya, kabur tidak berani menghadapi gelombang mahasiswa . Ketika diadakan konprensi pers MUI di istiqlal tentang usaha penggagalan yg dilakukan nahasiswa situasi menjadi ngambang ..MUI tidak nengeluarkan sikap yg jelas.

Sayapun kemudian bertindak cepat mengeluarkan statemen atas inisiatip sendiri. Situasipun menjadi ramai.pers nasional dan internasional menggruduk saya. Sayapun kemudian nenjadi panglima pam swakarsa dadakan..he.he..he
.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *